hembusan angin pagi,wanita “lara” itu dengan satu tangan menahan beban kepalanya sementara tangan kirinya memegang batangan nikotin.
meja dihadapannya bersetubuh dengan satu cangkir kopi,satu kotak rokok,dan satu pematik kecil.
tertunduk lemas…menyesap batangan nikotin begitu dalam,sangat dalam mungkin ia pikir hujaman asap yang menyeruak ke dadanya dapat membantu ia mengeluarkan kegalauan hatinya bersama dengan hembusan asap.
seperti butuh teman,ia bayangkan seseorang jauh disana sedang dalam keadaan yang sama dengan dirinya,menyesap batangan nikotin dengan satu cangkir kecil teh ditemani wanita lain.
seketika ia tersenyum…teringat kejadian sebelum sebelumnya,terbayang orang yang sedang ia pikirkan,namun yang terjadi selanjutnya ia hisap rokok ditangannya kuat kuat,menahan emosi agar air matanya tak mengalir…seketika ia merasa begitu takut,trauma dengan sikap keras,slide slide gambaran dalam otaknya berputar menunjukan satu perlakuan yang memang tak seharusnya ia lihat,dan rasakan..
terlalu sakit untuk memutar kembali ingatan tentang percekcokan,pengkhianatan,dan entah kejadian kejadian apa lagi yang berkelebat di pikirannya.
ia tatap langit dihadapannya,mendung…langit pun sedang sedikit emosi ternyata.
hujan pun turun ke bumi. entah mengapa emosinya semakin liar menusuk nusuk hatinya,ia tak terima untuk apa yang ia dapat dan rasakan…dengan payung abu ditangannya ia lari keluar,menjemput sang hembusan angin,hujan semakin marah melihat sang wanita tak tersentuh hujan,menyadari itu segera ia buang payungnya jauh jauh,ia berlari,menari,bercengkrama dengan hujan..ada sungai kecil yang terbentuk dari kelopak matanya,tak ada siapapun yang menyadari air yang mengalir di muara pipinya bukan hanya air hujan tapi juga bercampur dengan air mata.
diluar pun terlalu sepi,selalu sepi…lelah bersetubuh dengan hujan ia terduduk lemas dijalan,air hujan yang mengalir di karpet bernama aspal itu terlihat seperti menghitam bau anyir dari kegalauan hatinya yang terkikis air hujan.
sedikit membantu membuat lebih ringan.
itulah sebabnya ia sangat mencintai hujan,bebannya terkikis air hujan yang menyerang tubuhnya dan satu yang pasti:: ia dapat menangis tanpa orang tau air yang mengalir dipipinya itu air hujan atau air mata.